Raden Kazuma Suryodiningrat

Japanesse Anime vs American Superhero

by dKazuma ~ July 29th, 2010

Setelah sekian lama menggeluti dunia per-anime-an dan kadang2 juga ngeliat film-film superhero amrik, saya berpikiran begini :

Ada kesan film-film superhero Amerika lebih terkesan realistis dibandingkan dengan superhero Jepang. Padahal kalo kita cermati, keduanya merupakan tokoh-tokoh rekaan, alias tidak eksis. Tapi perbedaan segi realitas keduanya berbeda jauh.

Hal ini disebabkan karena dalam film superhero Amerika mereka membuat tokoh mereka berdasarkan keadaan yang sudah ada. Karena mereka tidak perlu repot-repot membuat dunia baru, tapi cukup menambahkan karakter mereka ke dalam dunia yang sudah ada. Sehingga mereka cukup adjusting setting tempat, waktu dan sebagainya. Alhasil, animasi superhero buatan amerika terkesan realistis.

Akan tetapi untuk superhero buatan Jepang, dimana mereka membuat dunia sendiri, timeline sendiri, kostum sendiri dsb, dan tentunya dunia buatan ini tidaklah sempurna, dan banyak bolong-bolong didalamnya, yang membuat superhero buatan Jepang ini keliatan sangat ngayal.

Tetapi di dalam dunia yang tidak sempurna itu, ada banyak sekali pesan moral yang diangkat, dimana dunia itu semua selain hitam dan putih juga ada abu-abu, tidak seperti di film superhero amerika yang cuma ada hitam dan putih. Dan di amerika, superhero harus berotot atau jutawan kaya yang kelebihan uang atau terkena percobaan kimia, tidak seperti di jepang yang anak2 muda biasa saja yang bahkan otot pun gak punya.

Seperti Naruto, One Piece, atau Dragon Ball. Dalam cerita itu, walaupun kelihatannya sangat ngayal, akan tetapi tokoh utama disana tidak selalu menang. Di Naruto, dia kalah waktu melawan Sasuke, di One Piece, Luffy harus kehilangan kakaknya, di Dragon Ball, Songoku mati lebih dari 2 kali.

Jadi bisa dibilang, walaupun dunia yang ditawarkan oleh Amerika lebih realistis, tetapi characterisasi Jepang lebih membumi, dan lebih dekat dengan kita. Moral yang saya dapat dari menonton anime-anime Jepang adalah : Pahlawan tidak harus selalu menang, tapi apabila dia kalah, dia tidak boleh patah semangat dan terus berusaha untuk kembali menang. Bahkan pada saat kita kehilangan sesuatu yang paling berhargapun, bukan akhir dari segala2nya. Asal kita masih bisa berusaha, semua pasti akan kita capai kembali.

Share

Daftar Universitas di Bandung

by dKazuma ~ July 26th, 2010
AKADEMI AKUNTANSI BANDUNG,
Jl Merdeka 33 BANDUNG
AKADEMI INDUSTRI TEKSTIL BANDUNG,
Jl Cihampelas 169 BANDUNG
AKADEMI KEPERAWATAN AISYIYAH,
Jl Banteng Dlm 6 BANDUNG
AKADEMI KEPERAWATAN TNI-AU CIUMBULEUIT,
Jl Ciumbuleuit 203 BANDUNG
AKADEMI KEUANGAN DAN BISNIS INDONESIA INTERNASIONAL,
Jl Tembok Dukuh 134 BANDUNG
Jl Ir H Djuanda 343 BANDUNG
AKADEMI KEUANGAN DAN PERBANKAN MERDEKA,
Jl Dipati Ukur 55 BANDUNG
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER HASS,
Jl RAA Martanegara 60 BANDUNG
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER IPTB,
Jl Arsa Manggala 14 BANDUNG
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA KOMPUTER BINA SARANA INFORMATIKA,
Jl Lodaya 38 BANDUNG
AKADEMI PARIWISATA BANDUNG,
Jl Ir H Juanda 294-B BANDUNG
AKADEMI PARIWISATA NASIONAL INDONESIA,
Jl Damar 2-A BANDUNG
AKADEMI PARIWISATA NHI,
Jl Dr Setiabudi 186 RT 004/05 BANDUNG
AKADEMI PARIWISATA SANDHY PUTRA,
Jl Windu 19 BANDUNG
AKADEMI PARIWISATA TADIKAPURI,
Jl Soekarno Hatta 729 BANDUNG
AKADEMI PENDIDIKAN KUTAMAYA,
Jl Cilentah Y-30 RT 008/08 BANDUNG
AKADEMI PERAWAT KEBONJATI,
Jl Kawaluyaan 70 BANDUNG
AKADEMI PERAWAT PAJAJARAN BANDUNG,
Jl Pajajaran 56 BANDUNG
AKADEMI PERAWAT PPNI,
Jl Pasteur 21 BANDUNG
AKADEMI PERAWAT ST BOROMEUS,
Jl Ir H Juanda 101 BANDUNG
AKADEMI PERHOTELAN NASIONAL,
Jl Dr Setiabudi 148 BANDUNG
AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN ARIYANTI,
Jl Pasirkaliki 127-129-131 BANDUNG
AKADEMI SEKRETARIS MANAGEMENT BANDUNG,
Jl Lodaya 38 BANDUNG
AKADEMI SEKRETARIS MANAJEMEN KENCANA,
Jl Babakan Surabaya 44 BANDUNG
AKADEMI SEKRETARIS MANAJEMEN TARUNA BAKTI,
Jl Laks L RE Martadinata 93-95 BANDUNG
AKADEMI TEKNOLOGI AERONAUTIKA SILIWANGI,
Jl Pajajaran 92 Perumnas III BANDUNG
AKADEMIK TEKNOLOGI BANDUNG,
Jl BKR 176 BANDUNG
APTECH COMPUTER EDUCATION,
Jl Wastukencana 31 BANDUNG
ARIYANTI LEMBAGA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH PUSAT TUTORIAL UT,
Jl Pasirkaliki 127-129-131 BANDUNG
ARTDECO,
Jl Soekarno Hatta 581-B BANDUNG
CENTRE CULTUREL FRANCAIS,
Jl Purnawarman 32 BANDUNG
CISCO NETWORKING ACADEMY PROGRAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG,
Jl Ganesha 15 BANDUNG
EEP LANGUAGE TRAINING CENTER,
Jl Ir H Juanda 130-B BANDUNG
EF ENGLISH FIRST,
Jl Cipaganti 53 BANDUNG
ENGLISH LANGUAGE TRAINING INTERNATIONAL,
Jl Merdeka 24 BANDUNG
EXSA ENGLISH COURSE,
Jl Ganesha 4 BANDUNG
HRI BANDUNG,
Jl Emong 7 Hasmentco Bldg Lt Dasar BANDUNG
IKIP BANDUNG,
Jl Dr Setiabudi 229 BANDUNG
INSTITUT DOOFSTEMEN,
Jl Cicendo 2 BANDUNG
INSTITUT MANAJEMEN KOPERASI INDONESIA,
Jl Raya Jatinangor Km 20,5 BANDUNG
INSTITUT STUDI ISLAM DARUL QALAM,
Jl Leuwipanjang 32-A BANDUNG
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG,
Jl Tmn Sari 64 BANDUNG
INSTITUT TEKNOLOGI HARAPAN BANGSA,
Jl Dipatiukur 82-84 BANDUNG

Continue reading »

Share

SMS Gratisan

by dKazuma ~ July 7th, 2010
View code
gratisan" SMS gratisan
Share

Kenikmatan sesaat itu berbahaya saudara!

by dKazuma ~ May 17th, 2010

Alkisah suatu malam yang dingin, sepi dan senyap, di suatu tempat di Bandung, seseorang pria mengalami sesuatu yang luar biasa.

TELINGANYA GATAL!!!!

Dan tentunya, bagi semua orang, saat telinga kita sedang gatal, menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga adalah solusi cepat dan tepat. Sensasi nikmat luar biasa saat cotton bud itu masuk ke lubang telinga, dan mengorek2 bagian yang gatal kadang membuat kita lupa diri, dan bahkan semakin liar memainkan cotton bud itu.

Nah, inilah hal yang berbahaya saudara-saudara. Ternyata mengorek2 telinga kita itu tidak boleh sembarangan dilakukan. Menurut sumber ini, kalau tidak dilakukan secara hati-hati, mengorek2 telinga kita malah membuat penyakit baru. Tapi si pria itu tidak mau tahu, dan tetap mengorek2 telinganya. Kenikmatan mengorek2 telinga membuat kita terlena, sehingga lupa akan dosa yang kita buat. Tapi pada akhirnya dia disadarkan saat itu juga.

Pada saat sedang nikmat-nikmatnya mengorek2 telinga dengan cotton bud, tiba-tiba terjadi sesuatu diluar dugaan. Kapas cotton bud yang digunakan untuk melakukan hubungan “diluar nikah” itu tertinggal di dalam. Dan tentu saja si pria panik. Berbagai usaha dia lakukan untuk mengeluarkan kapas yang tertinggal tersebut, dari memasukkan kembali batang cotton bud, berharap kapasnya bisa tersangkut lagi, memasukkan jari, sampai memukul2 kepala dengan maksud membuat kapas itu jatuh. Akan tetapi semua yang dilakukan membawa hasil nihil. Kapas cotton bud itu masih berada di telinganya.

Dan saat sudah sangat putus asa, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit terdekat. Dan tentu saja, pada jam 11 malam, unit yang masi buka adalah Unit Gawat Darurat. Tapi apa boleh buat, terpaksa dia mendaftar di UGD rumah sakit tsb.

Untunglah sang dokter Rumah Sakit tersebut sangat sigap. Dia langsung mengambil pinset, dan dengan segera mengeluarkan kapas yang tertinggal tersebut dengan cepat, tanpa sakit, dan langsung selesai. Dan si kapas laknat itu pun terambil sudah. Tinggal si pria shock karena harus membayar tagihan UGD sebesar 40 ribu rupiah. Tagihan karena dia melakukan sesuatu yang berbahaya demi kenikmatan sekejap. Sungguh kasihan si pria.

Share

Go alay Go!!

by dKazuma ~ April 20th, 2010

Selama ini ada banyak pengguna jejaring sosial yang merasa terganggu dengan anak-anak muda yang mereka sebut alay. Yaitu anak-anak muda abege (biasanya masih SMP atau SMU) yang juga membuat akun di jejaring sosial tersebut, tapi menggunakan profil, foto, dan status di jejaring sosial tersebut yang disebut alay. Misalnya menggunakan bukan nama asli, tapi nama aneh2 seperti PHaiz0LiKeTuITR1c3 (kemungkinan namanya Paijo, dan dia suka makan nasi), atau DhzyBe4ut1PuLL (kemungkinan namanya Desi, dan dia cantik). Atau memasang biodata seenak udelnya, misalnya pada kolom about me di jejaring sosial itu, mereka tulis tentang pengalaman mereka patah hati, atau tulisan seperti :

akoo org’a . . :

> ndudh
> jaill abiezz
> mniess
> crewetd
> nybelind
> crigiss
> gmpang emosiand
> pesimis
> gmpang ckid atii
> lug dda d boongind, cucah p’cya
> nyntai
> gmpang bad mood
> lirik’ane sangar jare
> moody beud
> kasarr
> gothic gurl
> lug ngmong kdang nykitind beud !!
> bs tw org gy ngmongind w
> simplee .

dengan bahasa unik yang biasa disebut dengan bahasa alay. Dan terakhir mereka memajang foto2 mereka yang sudah diedit.

Nah, sekarang saya akan mencoba menganalisa apakah perbuatan alay itu adalah perbuatan dosa atau tidak? Dan apakah para pembenci alay itu bener atau tidak.

Point pertama :

Kita lihat tempat jejaring sosial tersebut berada, yaitu Internet, dimana semua informasi bisa diakses secara global, dan dimana informasi itu bisa menjadi senjata yang sangat berbahaya kalau dipakai secara sembarangan. Coba anda bayangkan, apabila dari nama asli anda yang dipampang secara jelas di jejaring sosial,  diketikkan di  Google, dan dengan nama lengkap anda saja, si penjahat mendapatkan identitas anda secara lengkap dari alamat, sampai nomer kartu kredit, kemudian anda coba masukan nama alay di search engine, apakah data detail orang itu akan bisa didapat? Saya kira tidak. Jadi kalau dipikir-pikir, nama alay malah lebih aman daripada nama lengkap anda.

Point kedua :

Teknik manipulasi gambar sekarang sudah sangat maju, kita bisa memanipulasi foto seseorang secara gampang, dengan berbekal sebuah aplikasi saja. Photoshop. Apabila foto anda yang dipajang di jejaring sosial itu dan memajang jelas wajah anda itu kemudian di utak-atik dan dibuat foto skandal, apakah itu tidak mencoreng nama anda sendiri? Bandingkan dengan foto para alay yang sudah diedit sedemikian rupa, sehingga untuk dimanipulasi lebih lanjut akan lebih susah dibanding foto polos yang anda pajang di jejaring sosial itu. Dan lagi pula, sejelek-jeleknya editan mereka, mereka itu ngedit sendiri lho…

Point ketiga :

Saat anda ngomong sama orang bule, dibandingkan dengan saat anda ngomong dengan orang Indonesia, mana yang anda rasa lebih enak? Ngomong sama orang Indonesia tentunya. TAPI, lebih bangga mana, ngomong dengan orang bule atau ngomong sama orang Indonesia? Karena anda hidup di Indonesia yang lebih mementingkan gengsi daripada segalanya, tentu anda akan lebih bangga ngomong dengan orang bule daripada ngomong dengan orang Indonesia. Begitu pula dengan para alay. Karena ngomong dengan bahasa Indonesia biasa dianggap sudah biasa, akan lebih bergengsi andai mereka bisa ngomong dengan bahasa yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Selain itu, kita sedang membicarakan jejaring sosial, dimana profil mereka adalah zona pribadi mereka sendiri. Para alay itu bukan bikin karya tulis atau laporan pertanggung jawaban yang bahasanya harus formal sesuai EYD. Mereka bebas menentukan tulisan apa yang bisa mereka masukkan disitu, asal tidak menyinggung SARA dan pornografi sesuai TOS kebanyakan jejaring sosial. Dan kalau anda tanyakan kepada alay-alay tersebut, saya yakin, nilai mata pelajaran bahasa Indonesia mereka ga ada yang dibawah 7.

Kenapa kita tidak memuji mereka yang sudah membuat suatu bahasa dan tulisan baru, yang kalau di luar negeri hanya bisa dilakukan oleh profesor. Sedangkan disini, tulisan dan bahasa baru itu dibuat oleh anak2 SMP dan SMA.

Point keempat :

Ada orang yang memprotes, bahwa fungsi sebenarnya dari jejaring sosial seperti Facebook adalah tempat kumpul temen-temen lama, atau ketemu keluarga yang jauh, sehingga alay tidak layak hidup di Facebook. Yang saya tanyakan adalah, darimana kesimpulan itu berasal??? Kalau kita liat di about-nya Facebook, yaitu :

Company Overview:
Facebook’s mission is to give people the power to share and make the world more open and connected.

Millions of people use Facebook everyday to keep up with friends, upload an unlimited number of photos, share links and videos, and learn more about the people they meet.

Jadi tidak ada fungsi spesifik Facebook untuk mengumpulkan teman2 lama, mantan pacar dan sebagainya. Yang ada adalah, Facebook berfungsi untuk menghubungkan orang, baik dengan teman, maupun orang asing yang baru mereka ketemu. Atau dengan kata lain, Facebook adalah media mengumpulkan dan menghubungkan orang. Orang yang bagaimana? Berbagai macam orang tentunya. Beragam kebudayaan dan adat istiadat. Dan bisa saja, kebudayaan baru timbul didalamnya, contoh nyata adalah kebudayaan alay.

Kesimpulan saya :

1. Setiap orang berhak menggunakan fasilitas Facebook dan berinteraksi didalamnya. Bagaimana cara mereka berinteraksi? Bebas tentunya, asal sesuai dengan TOS jejaring sosial yang berlaku.

2. Saya pikir alay tidak mengganggu, mereka unik, iya. Tapi tidak mengganggu. Yang mengganggu adalah orang yang ngajak temenan, kemudian ngetag kita di barang jualan mereka. Atau nyepam wall kita dengan berbagai macam gift dan quiz yang bener2 mengganggu wall kita.

3. Apabila ternyata anda memang tidak suka dengan alay yang menjadi teman anda, biasanya ada fasilitas menghapus orang tersebut dari daftar teman anda. Dan kalo anda masih juga tidak yakin, anda bisa memblock orang tersebut, sehingga tidak akan lagi muncul di tempat anda.

4. Kerahasiaan data kita adalah hak dan kewajiban kita untuk menjaganya. Jangan karena di jejaring sosial itu, kemudian anda malah mengumbar data pribadi anda, walaupun sekedar nama lengkap. Karena sekali lagi, dari nama lengkap saja, seseorang bisa diketahui data lain-lainnya. Ingat, internet adalah zona yang sangat tidak aman.

Share